Profesorku ada di BALI

Profesorku ada di BALI
Jumat, 30 Oktober 2020

 


Sekilas memang terlihat agak aneh kala itu, karna setiap yang di ketemukan terasa asing dan belum pernah dirasakan sebelumnya. Wow inilah Bali, inilah tempat dimana orang orang dari paruh Dunia datang ke Indonesia kebanyakan bercita cita hanya untuk melihat Bali. Apa dan dimana letak istimewanya  Bali ituh. Ternyata setelah sampai disana dan melihat langsung Bali dari dekat memang kren, Bali ini ramai dan terlihat sangat bersih dan mempesona. Kemudian malam nya kami istirhat sebentar dan beberapa saat setelah kami mulai berjalan jalan hanya depan teras Hotel  tempat kami menginep, berada ditengah kota pinggir jalan sebelah kanan, dibawahnya ada Warung Padang dan warung muslim lainya. 

Bali terlihat indah dan anggun di waktu malam, banyak lampu berkelap kelip disana sini bagaikan pesona taburan bintang diangakasa langit yang tinggi dengan sinarnya yang terang dan dengan nuansanya yang romantis dan menggetarkan penglihatan. Beda memang dari aura dan rupa, hingga tertata rapi dengan pesona budaya menjadi penarik mata untuk melihat hingga tak berkedip.  Aku  bisa merasakan sekarang bagaiman Bali itu yang sesungguhnya, dan yang terlihat dari dekat dan kini sudah tidak mengangguk ngangguk lagi mendengar ceita dan cerita dari orang lain tentang Bali.  

Sebelum tidur, saya dan beberapa orang sahabat senasip sepenganggungan duduk bercerita mengeluarkan keluh kesah dan asa masing masing, untuk menyambut peperangan antara otak dan pertanyaan di tengah kertas yang harus kami jawab untuk menentukan langkah dan mempersiapkan untuk  sesi wawancara mendapatkan Beasiswa Magister. Tidak ada yang berubah, sama ketiika kita kumpul kumpul di ibu kota Mataram membahas dan menceritakan hal yang serupa, seperti apa yang kami rasakan pada malam ini. Larut hingga pukul 12 setelah belajar bebrapa saat dan sampai terasa otak dan mata sudah mulai panas dan bibir saya pun udah tidakk sabar mau minum dan saya pun turun mencari air dan sebungkus rokok sambil melepas lelah dan penat setalah membaca beberapa jam.

Fajar sudah mulai bangun dan matahari sudah mulai menampakkan senyum mansinya sambil perlahan mengeluarkan sinar dan aura panas sejuk di pagi hari. Sambil menatap dan melihat kearah jendela, sepoi sepoi angin semilir ibu kota Denpasar Bali perlahan menyentuhku, kini mulai terasa berbeda dengan sebelumnya. Sudah pukul  7.30 daging ayam dan sambal udang  sudah mulai tercium bau sedapnya dan kami turun di warung Padang berada tepat di bawah hotel kami menginap.  Sambil nunggu jadwal dan waktu saya untuk wawancara saya berusaha sekuat hati dan fikiran membantu otak saya meringankan bebanya sedikit demi sedikit dengan menanamkan tekat bahwa, saya mampu menjalani ini semua walopun baru dan untuk pertama kalinya selama 10 tahun kurang lebih setelah Wisuda di Lombok Raya Hotel Mataram ketika itu menempuh Jenjang Pendidikan Strata Satu (S1) Pendidikan Bahasa Inggris.

Beberapa jam lagi, giliran saya pun akan diwawancarai oleh orang orang hebat di Dunia Pendidikan dengan gelar PROFESOR dan Doktor  yang ahli dibidang mereka masing masing. Pas pukul 11.30 saya berangkat dari hotel menuju tempat digelarnya sesi wawancara di gedung KEUANGAN  NEGARA di Bali. Sampai disana saya langsung perivikasi dan absen tinggal menunggu giliran untuk di panggil kedalam ruangan yang sudah disiapkan. Berbagai raut dan rupa wajah dan mata terlihat kala itu seolah olah menjadi gambaran bahwa betapa menakutkanya sesi ini, sesi dimana orang orang harus tertunduk malu dan lesu dan tidak mao tau dengan keadaan sekitar karna merasa bahwa momen inilah saat saat yang begitu krusial bagi semua orang.

Hingga ahirnya akupun mulai di panggil, berhadapan dengan tiga orang perempuan sekitar 40 an tahun usianya. Kuperkenalkan nama dan identitas diri yang lain sambil berusaha menyembunyikan rasa gemetaran yang hampir menguasai seluruh tubuhku. Setetes demi setetes keringat mulai bercucuran sedikit demi sedikit membasahi hingga terlihat tembus pada baju yang ku pakai. Pertanyaan pun mulai di lontarkan dan sangat tegang rasanya. Mereka bertanya dengan pertanyaan yang spertinya terasa sulit,  mungkin karena disebabkan waktu dan keadaan ku yang pertama kali menghadapi ini. hingga pada ahirnya ada satu pertanyaan yang membuatku terasa kaku dan stop aku sudah melupakan itu karena sudah sepuluh tahun sejak waktu kuliah dan kini kembali di pertanyakan oeh Profesor itu. Aku menjawab seadanya dan jujur “ maaf BU saya Lupa sudah 10 tahun waktu berjalan dan itu dimasa kuliyah “  lalu  mereka diam” oke pak seperinya sudah cukup pertanyaan dari kami dan terima kasih.

Aku pun keluar dan tidak yakin hasil akan sebagus yang diyakini. Tapi yasudahlah, mungkin sudah seperti itu ke inginan Allah SWT untuk ku dan untuk perjalan ku saat ini. Yang sangat beharga bagiku adalah aku sudah berusaha Maksimal dan sudah cukup  persiapan yang aku sudah lakukan selama 6 bulan untuk mengikuti dan mempersiapkan semuanya. Pengalaman yang luar biasa yang bisa aku dapatkan juga memiliki syarat makna untuk jadi pelajaranku agar lebih yakin lagi, lebih bersemangat dan tetap mengingatkan hati bahwa Allh SWT yang punya kuasa dan kita hanya berusaha tapi tak wajib berhasil. Dan aku bertemu dengan orang orang yang di sebut dengan kata PROFESOR untuk pertama kalinya dan cukup luar biasa bahwa mereka dianugrahi keilmuan semesta yang sangat luar biasa.

 

Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Profesorku ada di BALI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copyright © 2020