Amal Shalih ( Akidah akhlak XII)

Amal Shalih ( Akidah akhlak XII)
Selasa, 15 Desember 2020

Pengertian Amal Shalih

Amal Shalih

Amal Shalih menurut bahasa diartikan sebgai perbuatan baik yang mendatangkan pahala atau sesuatu yang dilakukan dengan tujuan untuk berbuat baik terhadap masyarakat atau sesama manusia. Amal salih dari sisi arab yaitu amal dan salih. Amal berarti perbuatan dan shalih artinya baik atau lawan dari rusak. Secara istilah amal shalih adalah perbuatan yang sungguh sungguh dalam menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama yang dilakukan dalam bentuk berbuat baik terhadap masyarakat atau sesama manusia. Amal shalih adalah setiap perbuatan baik, bermanfaat dan patut dikerjakan. Baik pekerjaan yang bersifat Ubudiyah ( seperti sholat, puasa, zakat, haji dan lain lain) atau pekerjaan yang bersifat social. 

Lihat Juga : Belajar Membaca dan Menulis : Untuk Anak Anak

Dalil mengenai Amal shalih 

Firman ALLAH SWT dalam QS. Al-Ashr 1;3

Surat Al-Ashr dimulai dengan Wawu Qasam atau huruf wawu sumpah yang apabila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berarti “ Demi”  jadi kata Waal Ashr berarti demi masa atau demi waktu Ashar. Dalam tata bahasa arab huruf sumpah biasanya digunakan untuk meyakinkan orang yang diajak bicara atau untuk meyakinkan bahwa apa yang dibicarakan merupakan sesuatu yang serius. 

Dari sini jelas Nampak bahwa masalah waktu didalam Islam adalah masalah yang sangat serius. Banyak sekali orang yang setiap hari hanya pekerjaanya membuang waktu dan fenomena tersebut sangat tidak disukai oleh ALLAH SWT. Dalam surat Al-Ashr diatas juga dijelaskan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian kecuali dua golongan yaitu orang yang beriman dan yang beramal saleh. Orang orang beriman yang dimaksud pada ayat diatas adalah orang orang yang hati, ucapan dan perbuatan sejalan. Hal ini sesuai dengan pengertian dari Iman itu sendiri yang berarti yakin dalam hati, menugcapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan. 

Amal Shalih yang diterima disisi ALLAH SWT

Amal Shalih yang kita lakukan agar diterima oleh ALLAH SWT memiliki minimal 4 kriteria sebagai berikut;

1. Mengerti  Ilmu dari amal shalih yang dilakukanya

Rasululllah Saw katika ditanya tentang perbuatan apa yang paling utama, maka beliau menjawab “ pekerjaan yang paling utama adalah menuntut ilmu “ dan ucapan ini di ulang sampai tiga kali. Selanjutnya ketika ditanya untuk keempat kalinya maka Rasulullah Saw menjawab   “ apakah amal shaleh yang dilakukan akan diterima oleh ALLAH SWT tanpa mengetahui ilmunya ?

Dengan demikian seseorang yang melaksanakan shalat dan agar sholatnya ditrima Oleh ALLAH SWT  maka ia harus mengerti ilmu tentang Sholat dan demikian pula pada ibadah ibadah lainya.

Lihat Juga : Soal Semester Ekonomi Kelas XII Semester 1

2. Memiliki niat yang baik.

Dari Umar Bin Khattab Rasulullah SAW bersabda :  “sesungguhnya amal perbuatan harus disertai dengan niat dan setiap orang tergantung pada apa yang diniatkan. “(HR Bukhari Muslim). 

Niat didalam beribadah sangat penting. Setidaknya terdapat dua fungsi niat apabila dihubungkan dengan ibadah, yaitu membedakan ibadah dengan kebiasaan dan membedakan ibadah dengan ibadah yang lainya.

3. Sabar ditengah pelaksanaanya

Sabar bukan hanya diperlukan bagi orang yang mendapatkan musibah tetapi sabar juga diperlukan bagi orang yang melaksanakan ibadah dan perbuatan taat. Saat seseorang bangun malam melaksanakan Sholat Tahajjud maka untuk melaksanakan sunnat tersebut seseorang harus bersabar. Dengan mata yang masih mengantuk udar yang dingin dan suasana yang sepi harus membuat seseorang untuk dapat bersabar melakukanya. Begitu juga dengan ibadah puasa atau dengan ibadah ibadah yang lainya maka suatu keharusan dan kewajiban bagi kita untuk senantiasa bersabar dan selalu bersabar dalam melaksanakan ibadah kita kepada ALLAH SWT agar kita mendapatkan pahala kebaikan dan pehala ibadah dari ALLAH SWT.

Lihat Juga : Soal Seni Budaya Kelas XI SMA/MA  Semester 1

4. Ikhlas setelah melakukan Amal Shalih

Ikhlas dalam beramal salih maksudnya adalah menyerahkan segala sesuatu yang dilaksanakan dan dikerjakan hanya semata mata karena ALLAH SWT. Tidak menyerahkan segala sesuatu yang bukan selain ALLAH SWT. Contohnya, ketika kita memberikan seseorang atau bersedekah katakanlah demikian kepada orang lain dan kita mengharapkan imbal balik dari sedekah kita itu maka kita bukan termasuk dalam katagori ikhlas. Begitu pula dengan kebaikan kebaikan atau ibadah ibadah yang lain maka haruslah kita untuk melaksanakanya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga kita hanya semata mata dan satu satunya untuk ALLAH SWT.


Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Amal Shalih ( Akidah akhlak XII)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copyright © 2020