Bentuk Bentuk Perubahan Social (SOSIOLOGI XII)

Bentuk Bentuk Perubahan Social (SOSIOLOGI XII)
Selasa, 15 Desember 2020

 Bentuk Bentuk Perubahan Social 

Bentuk Bentuk Perubahan Social

Perubahan Social merupakan proses dimana terjadi perubahan struktur  dan fungsi suatu system social. Dalam subbab ini akan kita lihat beberapa bentuk bentuk dari perubahan social berikut penjelasanya.

1. Perubahan Lambat (Evolusi)

Perubahan Lambat (Evolusi) 

Pernah kan mendengar istilah kata Evolusi? Misalnya Teori Evolusi yang dukemukakan oleh Darwin. Menurut Bohannan evolusi merupakan perubahan yang lama dengan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat ( Basrowi,2014). Dalam evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa direncanakan. Hal ini diakibatkan adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi yang baru muncul mengikuti pertumbuhan masayarakat. Inkeles dalam Basrowi (2014) menggolongkan teori Evolusi menjadi tiga bentuk yaitu sebagai berikut

Baca Juga : How To Learn Effectively (Cara Belajar Yang Efektive)

a. Unilinear Theory Of Evolution

Dalam teori ini dijelaskan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai tahapan tahapan tertentu yang berawal dari yang paling sederhana, kompleks dan sempurna. Tokoh tokoh yang menjadi pelopor dar teori ini adalah August Comte dan Herbert Spencer dan salah satu pendukung dari teori ini adalah Pitirim A Sorokin yang berpendapat bahwa masyarakat berkembang melalui tahap tahap yang didasarkan pada suatu kebenaran.

b. Universal Theory Of Evolution

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu  melalui tahap tertentu yang tetap. Menurut Herbert Spencer masayarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen kekelompok heterogen baik sifat maopun susunanya.

c. Multilined Theory Of Evolution

Theory ini memfokuskan pada penelitian penelitan terhadap tahap tahap atau fenomena fenomena perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Sebagai contohnya penelitian terhadap pengaruh perubahan system mata pencaharian dari berburu ke pertanian terhadap system kekeluargaan dalam masyarakat yang bersangkutan.

2. Perubahan Cepat (Revolusi)

Perubahan yang terjadi secara cepat itulah yang dinamakan dengan Revolusi. Dan istilah ini mungkin sering kita dengar dalam kehidupan sehari hari seperti Revolusi Perancis, Revolusi Industri  dan yang lainya. Kata Revolusi muncul pertama kali dalam teks poitik Italia pada abad ke 14 yang artinya Penggulingan Pemerintahan. Dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia (2004) Revolusi diartikan sebagai suatu perubahan yang terjadi secara cepat atau mendadak yang terjadi karena adanya perencanaan dahulu yang tidak dapat digunakan. Perubahan tersebut dianggap Revolusi karena mengubah sendi sendi pokok dari kehidupan masyarakat seperti system kekeluargaan serta hubungan antara buruh dan majikan dan lain sebagainya. Revolusi ini sering ditandai dengan adanya ketegangan dalam masyarakat yang bersangkutan. 

Secara Sosiologi agar Revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat diantaranya sebagai berikut:

1. Harus adanya keinginan untuk mengadakan suatu perubahan 

2. Adanya seorang pemimpin yang dapat memimipin dalam masyarakat

3. Adanya pemeimpin yang dapat menampung keinginan masyarakat agar terjadi pergerakan menuju perubahan 

4. Seorang pemimpin harus menunjuk kan suatu tujuan pada masyarakat.

5. Adanya momentum untuk memulai suatu gerakan.

Baca Juga : P3K (Pengangkatan Pegawai dengan Perjanjian Kerja) Guru Honorer

3. Perubahan Kecil 

Menurut Soekanto (2012) Perubahan kecil merupakan perubahan perubahan yang terjadi pada unsur struktur social dan tidak membawa pengaruh langsung pada masyarakat. Sebagai contohnya adalah perubahan mode pakaian tidak akan  membawa dampak yang bersar bagi sebagian masyarakat. perubahan tersebut hanya akan merubah Industry pakaian sehingga tidak berpengaruh terhadap perubahan dalam lembaga kemasayarakatan.

4. Perubahan Besar

Perubahan Besar membawa pengaruh besar bagi masyarakat mulai dari system mata pencaharian, system sosialnya, pola perilaku masyarakat dan sebgainya. Contohnya adalah adanya perubahan dari masyarakat Agraris menuju masyarakat Industry. Lahan yang luas perlahan lahan akan berubah menjadi tempat pembangunan industry atau pabrik yang akan berpengaruh terhadap kondisi dan keadaan lingkungan masyarakat sekitarnya. Berbeda dengan Perubahan Kecil, Perubahan Besar akan membawa pengaruh besar bagi masyarakat. Sebagai contohnnya, perubahan yang terjadi  pada masyarakat Agraris yang mengalami Industrialisasi seperti contoh diatas. Lembaga masyarakat akan berubah  seperti hubungan kerja, system milik tanah, hubungan kekeluargaaan, stratifikasi social dan lain sebagainya.

5. Perubahan Yang Dikehendaki (Direncanakan)

Merupakan perubahan yang diperkirakan atau atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak pihak yang akan mengadakan perubahan dalam masyarakat (Djazifah 2012). Aapun pihak yang menghendaki perubahan disebut Agent of change

Agent of change memimpin masyarakat dalam mengubah system social.  Cara yang dilakukan dengan memengaruhi masyarakat dengan system yang teratur dan direnanakan terlebih dahulu. Metode tersebut dikenal dengan istilah Social Engineering atau social planning (Djazifah 2012) salah satu contoh perubahan yang dikehendaki, pada masa orde baru ada beberapa pemimpin perubahan (agent of change) mempelopori berbgai gerakan untuk melakukan perubahan dengan berbagai cara. Akhirnya pada 1998 teradi reformasi sebagai bentuk perubahan social politik yang telah direncanakan.

6. Perubahan yang tidak dikehendaki.

Perubahan yang tidak dikehendaki adalah perubahan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung diluar jangkauan pengawasan masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya akibat social yang tidak diharapkan oleh masyarakat. Sebagai contohnya pada masyarakat Tapanuli tentang pembagian hak waris yang diberikan kepada laki laki. Dengan adanya perkembangan pengetahuan dan pendidikan maka system tersebut diubah dengan membagi rata kepada anak perempuan. Perubahan yang tidak dikehendaki dapat terjadi bersamaan dengan perubahan yang dikehendaki. Perubahan tersebut akan saling memengaruhi  satu sama lainya. Dengan demikian kondisi tersebut tidak dapat diubah tanpa adanya halangan halangan dari masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain perubahan yang dikehendaki dapat diterima oleh masyarakat dengan cara mengadakan perubahan pada lembaga lembaga kemassyarakatan yang ada atau membentuk yang baru.


Open Comment
Close Comment

Belum ada Komentar untuk "Bentuk Bentuk Perubahan Social (SOSIOLOGI XII)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copyright © 2020